Langsung ke konten utama

kenapa blog ini jadi berat sekali isinya akhir-akhir ini

.. padahal, kenapa tidak bercerita tentang makanan, sepedaan, atau film dan bahan bacaan, kan itu hal-hal yang menyenangkan.  Tapi pikiran saya justru tenggelam pada hal-hal yang memberatkan.. bentar salah pilih kata sepertinya. Ah seperti itulah pokoknya.

Apa ini gara-gara situasi pekerjaan yang masih saja terasa menyebalkan secara simultan? Mungkin itu salahsatunya yang bisa dikambinghitamkan.

Atau saya kehabisan ide, untuk bercerita hal-hal yang ringan dan asik untuk dikisahkan, seperti di blognya paman Tyo dan Kitin alias Engkris itu misalkan, salahdua blog yang selalu bikin saya ngiri membaca cara bertuturnya.

Seringkali tidak merasa berguna itu juga lama-kelamaan tidak begitu bagus juga euy. Skeptis, dan hal-hal negatif .. you name it.

Atau apakah saya harus selalu memandang dan memakai sepatu orang, biar mengerti dan memahami pikiran orang lain? Lalu kenapa orang tak peduli dengan sepatuku?

Komentar

  1. kadang bisa juga dicoba tidak harus lepas pasang sepatu. sesekali nyeker aja, gak usah pakai sepatu. mungkin akan lebih nyaman dan dapat perspektif baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. bijak sekali ini, baiklah sarannya akan saya ikutin. makasih ya engkris..

      Hapus
  2. Mencoba sepatu orang kan cuma sebuah pilihan, om. Yang wajib itu cocok sama sepatu sendiri. Kan yang jalan juga kita sendiri 🙈
    Untuk perasaan berat dan negatif begitu, mungkin om warm bisa coba memikirkan satu aja hal setiap harinya: yang menyenangkan, yang bermakna, yang bisa untuk diri sendiri syukuri. Satu aja nggak mudah kan, tapi siapa tahu yang berat itu bisa terasa ringan sedikit lho ya☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya juga sih ya, baiklah. dan ide utk memikirkan satu hal satu hari itu walau rada berat akan saya coba nanti, soalnya otak saya suka random.. itulah. tapi nanti dicoba. makasih sarannnya ya..

      Hapus
  3. Ngiri kok sama blog saya. Keliru. Wong trafik rendah, sama MGID pun bakalan ditolak. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kudu ngiri, paman. bukan soal trafik, tapi soal konsistensi bercerita, dan enak sekali pas paman bertutur..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga

#38. Tiga kali 3 Blog Favorit

Sesekali ikutan kuis di blognya orang, kebetulan masih ada aja yang suka seru-seruan bikin kuis-kuisan semacam itu hehe.  Baru mengetik satu baris pun, saya sudah terbayang blog-blog yang seringkali saya tunggu apdetannya, walau kenyataannya dari tiga blog yang saya sering tunggu-tunggu itu, ada satu yang sudah lama tenggelam dengan kesibukan dunia kerjanya. Satunya lagi apdetannya kadang-kadang tapi masih cukup sering apdet lagi sekarang, satunya lagi entahlah, dia apdet sesuai mood hehe Sebenernya banyak sih blog yang suka saya kunjungi, dan ya biasanya tentu saya kunjungi kala mereka apdet di akun feedly saya.  Tapi soal favorit, tiga ini yang otomatis kepikiran. / 1. blognya jeung Indie. https://sumpahserapahku.blogspot.com/ Gaya berceritanya bebas dan semau-maunya, ntapi rapi dan suka panjang-panjang. Gaya bahasanya asik, dan sering membawa bertualang ke jaman 80-90-an haha.  Terakhir kali apdet nyaris tiga tahun yang lalu, tapi saya tak pernah bosan menunggu beliau khilaf dan ap

#39. Takka Steel Bike Conseres (TSBC 150)

Tahun 2020 kemarin, saya melihat postingan temen saya mas Agung Nugroho di facebook yang memamerkan sepeda lipat barunya.  Unik bentuknya, double tubing -nya mengingatkan saya pada doppelganger yang dulu sempet mau saya beli dari temennya istri namun batal.  Sekilas seperti perkawinan antara troy dan doppelganger . Setelah saya cari-cari informasi, itu bikinan lokal, sepeda lipat keren itu buatan mas Adhitya Atmadja dari Karanganyar.  Yang dijual cuma berupa frameset, sistem pre order , yang waktu saya awal tertarik konon antriannya sudah beberapa bulan ke depan. Nama sepedanya Takka Steel Bike seri Conseres. Nama yang berasal dari nama putra buildernya. Menariknya lagi, harga frameset tidak begitu mahal, untuk ukuran handmade, frame sepedalipat seharga 3.25 juta masih termasuk wajar untuk sebuah karya seni.  Saya anggap begitu karena benar-benar bukan pabrikan massal, sampai saat ini, rata-rata sehari cuma menghasilkan 1 (satu) frame, makanya kudu sabar menunggu pesanan selesai.