Langsung ke konten utama

tentang sabtu hari ini

 ..adalah tenang, karena aku hanya peduli akan hari ini, tatkala perjalanan dengan sepeda hijau tua tak menemui masalah samasekali, kecuali sekali terjatuh goblok saat lupa melepas cleat di pedal saat mau singgah sebentar memoto sebuah landscape.  Memang sedari kemarin sudah niat untuk memakai kembali sepatu cleat yang lama nganggur dan parkir di rak.  Juga Federal Mt Everest yang beberapa minggu terkalahkan oleh Takka saat akhir pekan.

Siangnya dan juga sore harinya, bertemu sebentar dengan beberapa kawan sewaktu kuliah, senang melihat mereka semua sehat dan bahagia euy.  Tentu saja, ada nostalgic dengan mereka, bagaimanapun mereka adalah kawan-kawan yang baik, sedari dulu sampai kapanpun.

dan sekarang, saya menuliskannya sedikit, berkawan susu coklat dingin,  sambil mengingat-ingat hal yang barusan saya ketik di halaman facebook.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga