+ -

Pages

Rabu, 18 September 2019

tentang HMNS


HMNS adalah eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe

selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu.

dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta.

saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja..

alpha.
adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi sebagai pembunuh berdarah dingin.  jika tidak hati-hati bisa larut dan jatuh hati dengan pesonanya, mungkin seperti awal yang biasa dengan seseorang yang sama sekai tak diinginkan, tapi lambat laun kau akan terpedaya dan mabuk tak mau lepas sedetik pun, bahkan untuk sekedar memastikan kau tak jauh dari jeratnya.  ini makhluk yang berbahaya

delta
menyegarkan, lucu, fun, tapi pelan-pelan bisa mengecoh dengan pesonanya, mencium aromanya serasa dipeluk seseorang yang tiba-tiba datang dari belakangmu, di pagi hari yang tenang, di pinggir pantai yang hangat.. 

theta
adalah tentang keberanian, aroma yang sedikit liar- bahkan mungkin dalam level yang terbayangkan pada akhirnya, lalu rebel,  sekaligus pintar. tak perlu banyak cara, bahkan mungkin dengan gerakan sederhana saja bisa membuatmu jatuh cinta, jauh dan dalam.

__

mungkin itu yang bisa saya gambarkan.  tapi seperti kata siapapun, percayalah dengan inderamu sendiri.  dan mengutip petuah kang Inda mengenai parfum:


intinya mau make itu mau nyenengin diri sendiri apa mau nyenengin orang lain?
begitulah. dan oh iya, ini sama sekali bukan iklan.

—-
nb.
sila kasih komentar ttg salahsatu varian yg bikin penasaran, ntar yg komen diundi utk satu pemenang yg bakal ngedapetin satu starterpack HMNS

___

update:
 #KoeisDjoemat kali ini dinyatakan ditutup, dan pemenangnya adalah nomer urut satu, terimakasih utk yg sudah ikutan, yg belum beruntung smoga sabar dan bisa ikutan koeis2 selanjutnya. Maturnuwun:


5 blog auk: 2019 HMNS adalah  eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe selaku manusia yang benar-benar...

potret pa Habibie


saya barusan membeli buku tentang wawancara dengan orang yang menurut saya paling pintar di negeri ini: pa Habibie.  Yang barusan berpulang untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang dicintainya.

membaca buku yang berjudul Habibie: dari Pare-Pare lewat Aachen terbitan tahun 1986 itu, saya kembali patah hati.  Rasanya sangat jarang menemukan orang yang bekerja hanya dengan motivasi ingin memajukan bangsa dan negaranya.

bagian yang bikin patah hati adalah saat beliau mengemukakan potensi negeri ini dan potensi sumber daya manusianya, bahwa: buat apa kita beli pesawat kalau bisa membuatnya sendiri.  Dan itu beberapa dekade yang lalu sudah berhasil direalisasikannya, dengan perencanaan  yang sangat matang dan penuh perhitungan.

Kerja bagi beliau adalah berbasis kepentingan masyarakat, bukan berdasar keinginan penguasa.  Kapan lagi menemukan orang pintar yang senaif beliau.  Tapi saya tak ingin apatis, inginnya begitu.

--

ohiya, saya semenjak postingan ini, mungkin tak cuma posting dengan awalan kata tentang, nanti akan ada kata awalan jejak, mungkin juga napas, mungkin juga bila.  sesuai dengan judul-judul karya bubin LantanG, penulis maestro yang kadang sedikit skeptis.

--

kembali ke pa Habibie.  Intinya beliau mengajak manusia berpikir realistis dan memotret sebuah objek dari segala sisi dan berbagai teori, hingga pandangan terhadap sesuatu bersifat utuh.  Lebih-lebih terhadap tujuan dari sebuah pekerjaan.

Satu lagi, menghadapi manusia, beliau berkata bahwa ada dua cara memandangnya, apakah sebagai sebuah potensi, atau dianggap sebagai problem sosial.  Beliau lebih menganggap bahwa semua manusia punya potensi untuk dikembangkan, tinggal mencari cara untuk itu.  Bijak sekali euy.  Seandainya saya bisa menceritakannya dengan lebih baik lagi.
5 blog auk: 2019 saya barusan membeli buku tentang wawancara dengan orang yang menurut saya paling pintar di negeri ini: pa Habibie.  Yang barusan berpula...

Senin, 16 September 2019

tentang yang terlupa

aku bukan siapa-siapa, jadi kalau suatu saat kalah dan tersingkir dari manapun, sungguh tidaklah masalah besar. bubin LantanG mengajarkan padaku bahwa idealisme harus tetap dipegang, hidup pun harus terus berjalan, dan tak ada pesta yang tak akan usai.  Tak ada juga kisah yang selalu berakhir bahagia, itu cuma di FTV, sementara kisah-kisah karya bubin selalu berakhir tragis.

aku hanya ingin belajar menulis lagi, walau  seringkali gagal dan tak tahu arah seperti sekarang ini.  penyebabnya padahal sederhana: malas membuat line out, eh garis besar cerita.  bahkan begitu juga mungkin hidupku yang seperti tetap dibiarkan mengalir, tanpa tahu dimana hilir.

tapi sejauh ini, aku menikmatinya. berusaha menikmatinya. dan terus berpikir aku bukanlah apa-apa, juga bukan siapa-siapa. jadilah biarlah terlupa.

5 blog auk: 2019 aku bukan siapa-siapa, jadi kalau suatu saat kalah dan tersingkir dari manapun, sungguh tidaklah masalah besar. bubin LantanG mengajarkan pa...

Minggu, 15 September 2019

tentang wewangian

mungkin aku sedang perlu wewangian, untuk menghiasi senin yang membosankan mungkin?  gara-gara seorang teman, saya lagi penasaran dengan aroma dior sauvage, walau katanya coba aja armaf ventana, yang kloningan sauvage.

alih-alih memesan decant-nya, aku malah memesan HMNS, parfum racikan dalam negeri, beli starter pack-nya sahaja, isi 3 variannya: alpa, delta dan tetha.  Deskripsi ketiga notes dari ketiga parfum itu juga menggoda pikiranku.  Entah kapan dikirim karena sistem pre-order, janjinya minggu depan.

Aku memang jarang pakai wewangian, tapi suka bila ketemu wangi yang enak, yang awet di otakku masihlah pierre cardin pacarku dulu, yang masih pakai seragam putih, menemuiku di samping laboratorium anatomi, sambil menyerahkan surat, yang isinya kalau tidak salah penundaan jadwal bertemu karena harus pulang dulu...

Selain itu, parfum selalu mengingatkanku akan film Perfume: the story of a murderer yang keren itu, lalu novel Aroma Karsa-nya dewi lestari yang beberapa alurnya jelas-jelas mengingatkanku akan film itu, yang novelnya ga jadi-jadi dibeli karena diterbitkan oleh Dastan yang biasanya hasil terjemahannya tak begitu bagus.

Wangi bagiku adalah kenangan dan pembunuhan.
5 blog auk: 2019 mungkin aku sedang perlu wewangian, untuk menghiasi senin yang membosankan mungkin?  gara-gara seorang teman, saya lagi penasaran dengan aro...

Sabtu, 14 September 2019

tentang komunikasi

sekali lagi, aku akui, komunikasiku sangatlah jelek, kadang bicaraku seperti marah-marah / padahal tidak.  kadang aku berkata seperti nyindir padahal tidak.  Kadang yang aku sampaikan lewat mulut dan tulisan tidak sama dengan apa yang ada di benakku, jadinya responnya kadang tak seperti yang diharapkan.

tapi tak mengapa, seringkali akupun susah memahami isi pikiran orang lain, maunya apa, dan nyambungin dua kemauan apalagi, seringkali sulit.

mungkin akibat sedari kecil tak dibiasakan bicara dan menyampaikan pendapat di rumah, terbiasa diam, karena takut dimarahin.  dan memang ga dibiasakan ngomong.  lha bicara di depan kelas waktu sekolah saja seakan-akan neraka saja bagiku.

aku tak menyalahkan siapa-siapa, kok.  akunya saja yang kurang berusaha, jadinya sampai sekarang bicara di depan orang banyak selalu gugup, seringkali susunan kalimat yang aku sampaikan tidak begitu beraturan.

sekarang rasanya tambah parah, menulisku pun kacau.  postingan-postingan di blogku semakin tidak beraturan. apa yang terlintas di pikiranku ya itulah yang aku tulisan.  di samping kebiasaan jarang ngereview ulang dan mengedit postingan.

lagian aku pikir, siapa juga yang masih baca blog ini.  jadinya sering terkagum sendiri saat nengok dashboard dan melihat ada juga yang nengok tulisan-tulisan di sini. walau ga ngerti yang mampir ke sini beneran ngebaca isi atau spammer, entahlah.  ada yang mampir saja, siapapun itu bikin senang.  jadi terimakasih.
5 blog auk: 2019 sekali lagi, aku akui, komunikasiku sangatlah jelek, kadang bicaraku seperti marah-marah / padahal tidak.  kadang aku berkata seperti nyindi...

tentang kejadian hari ini

Pagi-pagi masih segar, udara masih bagus, sampai di jam sembilan lewat saat keluar rumah, beberapa ratus meter dari komplek kabut asap menghadang.  terpaksa mampir minimarket, beli masker.  Udara pun terasa lebih panas. Untung saat balik rumah lagi asap sudah reda, dan rasanya beda, di sekitar komplek jauh lebih seger dan lebih enak udaranya dibanding dekat jembatan, sekitar seratus meter dari gerbang komplek.  Yaelah ini aku cerita kok ya mbulet lagi.

Aku baru nyadar, di pinggir jalan ada mahoni dan angsana yang tumbuhnya bagus dan daunnya lebat, sekitar rumah juga masih ada pepohonan, nyesel juga dulu nebang  jeruk bali depan rumah.  karena apa dulu lupa.

Sementara, soal asap di negeri ini, mau nyalahin siapa? Salahin tuh cukong-cukong kayu yang bertahun-tahun melahap hutan di negeri ini dengan berbekal ijin HPH. Hedeh, dongkol bener kalo inget itu, mana kampusku waktu S1 dulu sedikit banyak ikut peran serta dalam merusak hutan walau secara tak langsung.  Lah dosen-dosen yang sibuk proyek di perusahaan, entah terkait kajian akademik dan sejenisnya. entahlah.  Aku sendiri masih tak bisa apa-apa dengan ilmu yang didapat dari kampus.

Ya sekarang cuma bisa doa, smoga besok pagi masih seger, soalnya mau sepedaan.  Dan semoga cepet turun hujan, biar bisa mendinginkan otak manusia-manusia yang cuma bisa mencaci tanpa ada solusi.
5 blog auk: 2019 Pagi-pagi masih segar, udara masih bagus, sampai di jam sembilan lewat saat keluar rumah, beberapa ratus meter dari komplek kabut asap mengh...

Selasa, 10 September 2019

tentang blank

pernah tidak, mengalami satu titik dimana rasanya otakmu rasanya menghentikan kemampuannya berpikir.  bukan karena malas, tapi karena memang pikiranmu sendiri menolak untuk memikirkan sesuatu.  Saat sesaat aktif kembali, alih-alih memikirkan hal-hal baik dan positif, benakmu malah selalu memikirkan hal terburuk dari akibat sesuatu hal yang bahkan belum kau kerjakan.

Denial.
Mungkin salahsatu kata yang agak tepat untuk menggambarkannya.  Akan posisimu saat ini. Baik bukan-mu, tapi -ku.

Entahlah.
Ini bukanlah hal yang baik dan tidak bisa terus berlanjut.
5 blog auk: 2019 pernah tidak, mengalami satu titik dimana rasanya otakmu rasanya menghentikan kemampuannya berpikir.  bukan karena malas, tapi karena memang...

Minggu, 08 September 2019

tentang keputusan sederhana

konsekuensi dari pola pikirku yang terlalu sederhana adalah sering memutuskan semua persoalan dengan sangat sederhana pula.  antara lain: menghindar saja jika dirasa ada masalah yang tak bisa terpecahkan, alih-alih berusaha mencari jalan keluar yang mungkin lebih baik.

tapi kali ini aku benar-benar lelah, setengah dipaksa mengerjakan sesuatu yang di luar perencanaan benar-benar menguji pendirianku kali ini.  sudah dua hari  lebih semenjak jumat, pikiranku blank, kosong, ditambah dengan gempuran masalah-masalah kecil dan mindset bahwa kalau akhir pekan ya libur.

tak ada yang lebih aku pikirkan lagi selain, mencari cara untuk berhenti dari apa yang harusnya aku hadapi dan jalani besok.  aku merasa sedikit dibodohi.  apalagi semua berujung pada satu hal: duit.

beh, aku muak bener.
5 blog auk: 2019 konsekuensi dari pola pikirku yang terlalu sederhana adalah sering memutuskan semua persoalan dengan sangat sederhana pula.  antara lain: me...

Kamis, 05 September 2019

tentang merdeka (2)

rasanya, tiap manusia bebas menentukan nasibnya, langkahnya, keinginannya, tentu dengna segala konsekuensinya.  semua ada plus dan minusnya, ada sisi baik dan sisi buruknya, tinggal menimbang-nimbang mana yang lebih baik untuk dirinya.

pengalaman hidup bertahun-tahun pun kadang belumlah cukup, untuk menentukan langkah besok hari, kadang situasi nyaman memang melenakan, lupa bahwa tiada yang abadi selain kedamaian yang kadang hanya bisa didapatkan saat kembali pulang ke rumah.

damai itu sederhana, sangat sederhana. manusia saja kadang suka sekali membuatnya rumit. dan manusia itu aku.

aku yang selalu ingin merdeka bermimpi dan bernapas lega setiap pagi, tapi tak sadar menjeratkan diri pada masalah-masalah yang belit membelit mengikat seperti akar pohon ag berusia ratusan tahun di hutan yang sangat sunyi dan tak terjamah logika.

aku lelah. juga ingin mengambil jeda.
5 blog auk: 2019 rasanya, tiap manusia bebas menentukan nasibnya, langkahnya, keinginannya, tentu dengna segala konsekuensinya.  semua ada plus dan minusnya,...

tentang keberanian

jabatan di birokrasi sekarang, aku pikir diciptakan hanya untuk orang-orang pemberani, yang berani mengambil resiko atas pekerjaannya. dan aku- adalah seorang penakut.

mungkin pula karena aku merasa tidak kompeten dengan pekerjaan yang aku kira netral, ternyata terselip secara halus, keinginan satu-dua orang yang cuma menginginkan satu hal: uang.
edan.

mari lihat besok, apakah nyaliku benar-benar lolos dari ujian, untuk berani menyatakan ketakutanku.  terlalu naif memang tidaklah baik. dan aku- memang begitu adanya.

maaf.
5 blog auk: 2019 jabatan di birokrasi sekarang, aku pikir diciptakan hanya untuk orang-orang pemberani, yang berani mengambil resiko atas pekerjaannya. dan a...

Sabtu, 31 Agustus 2019

tentang merdeka

aku pikir, semua orang ingin hidupnya merdeka, berlaku sesuai dengan keinginannya, itu sudah sifat dan haknya manusia, lalu jadi aneh jika keinginan orang untuk merdeka itu ditentang oleh orang yang sebenernya juga ingin merdeka hidupnya. mbulet? iya.

gini analoginya, kamu aja ingin hidup seneng, bebas dari bacotan dan omongan ga jelas, tapi kamus sendiri anehnya ga ingin orang lain seneng seperti hidupmu. apa itu? munafik?

lalu berpijak pada tatanan peraturan? peraturan apa? yang semacam penjara? merantaimu untuk berbuat sesuatu yang padahal tidaklah terlarang dan jamak.

manusia, kadang emang ingin enaknya sendiri. heu.

di satu sisi kamu ingin merdeka, tapi juga ingin memenjarakan hak orang lain. kan aneh, pisan.
5 blog auk: 2019 aku pikir, semua orang ingin hidupnya merdeka, berlaku sesuai dengan keinginannya, itu sudah sifat dan haknya manusia, lalu jadi aneh jika k...

Selasa, 27 Agustus 2019

tentang roadmap hidup

katanya productplan itu..

a roadmap is a strategic plan that defines a goal or desired outcome and includes the major steps or milestones needed to reach it. It also serves as a communication tool, a high-level document that helps articulate strategic thinking—the why—behind both the goal and the plan for getting there.

dan intinya adalah rencana, sebuah kata yang seringkali gagal saya wujudkan, saya memang perencana yang payah, ajaibnya sekarang malah bekerja di institusi perencana.

satu hal yang kepikiran pagi-pagi ini, akibat status seorang kawan~ yang bicara soal roadmap kehidupannya, semacam rencana hidup jangka panjang.  Sungguh bertolakbelakang dengan hidup saya yang sungguh banyak tanpa rencana.  Mengalir semengalirnya semenjak dulu kala.

Jadi jangan aneh melihat rekam jejak hidup saya yang penuh belokan, tikungan dan tanjakan, rencana hidup itu mungkin saya nyaris tak punya.

Padahal sok-sokan belajar dan neliti soal rencana strategis sebuah institusi, sementara rencana strategis hidup sendiri tak tentu arah, sungguh sebuah paradoks.

Rencana strategis kui rada abot je, selain mengedepankan tujuan, cara mencapainya, serta mengemukakan beberapa alternatif jalan apabila cara utama kurang berhasil dijalankan.

Mungkin satu-satunya rencana yang pernah saya susun, adalah saat terancam DO di Jogja dulu, mikirin bakal melarikan diri kemana jikalau gagal, karena mikir ga mampu bayar uang kuliah yang kudu dikembalikan ke negara kalau tak berhasil menyelesaikan pendidikan.  Sungguh rencana yang rada brutal sih sebenernya.
5 blog auk: 2019 katanya productplan itu. . a roadmap is a strategic plan that defines a goal or desired outcome and includes the major steps or mileston...

Senin, 26 Agustus 2019

tentang gombal

sudah kubilang diriku gombal, coba lihat, baru tiga hari, beberapa sosmed aktif lagi, cuma satu yang mash keukeuh belum dihidupkan lagi.

seperti juga rencana gombal beralih profesi, maksudnya beralih fungsi, menjadi seorang fungsional, ujung-ujungnya masih mikir akan realita juga.  misalnya pindah, sesuai kah perbandingan duit yang didapat? walau tak seberapa, untuk ini, untuk itu, perlu juga dipikirkan, hedeh.  padahal keburu emosi dan gombal berkata rencana itu kesana kemari.  Makanya berapa kali aku bilang pada diriku sendiri untuk menjaga mulut sendiri, agar tidak tumpah kemana-mana.

belum lagi, kemarin bicara mimpi dengan seorang kawan, tentang rencana berhenti dari pekerjaan sekarang ini, untuk kemudian menyepi, buka warung dan menulis . rasanya rencana itu masih jauh panggang dari api. tapi kebayang kok, hidup damai bebas tanpa bayang-bayang hirarki yang kurang menyenangkan.

mungkin memang, pilihan yang diinginkan adalah, bekerja sendiri, atau sekalian di atas garis hirarki.
5 blog auk: 2019 sudah kubilang diriku gombal, coba lihat, baru tiga hari, beberapa sosmed aktif lagi, cuma satu yang mash keukeuh belum dihidupkan lagi. ...

Jumat, 23 Agustus 2019

tentang deaktivasi (lagi)

..bosen sih, sudah beberapa kali deaktif akun sosial media, lalu dalam kurun waktu beberapa lama kemudian ya dibuka lagi, ya gimana- namanya juga iseng.  juga kali ini, tak ada maksud apa-apa- selain iseng dan bosan.  banyak bosan.

toh, siapa juga yang peduli dengan akun sosmedmu, saya juga bukan apa-apa-, yang dibagikan juga hal-hal remeh standar yang semuanya ya biasa-biasa saja, jadi ya santai wae* lah.

lalu, sampai kapan?

entahlah, seperti biasanya. rasanya terlalu banyak masalah (yang dibuat-buat) akhir-akhir ini. dan saya ingin lebih banyak membaca, atau jalan-jalan ke tempat yang sepi?

sekali lagi entahlah.
entah.

btw, template blog yg ini cukup bagus juga, sangat simpel, walau ga ngerti ngatur sidebar-nya. tapi toh itu juga tak terlalu penting juga.
5 blog auk: 2019 ..bosen sih, sudah beberapa kali deaktif akun sosial media, lalu dalam kurun waktu beberapa lama kemudian ya dibuka lagi, ya gimana- namanya...

Rabu, 21 Agustus 2019

tentang kordinasi

aku pernah melontarkan pernyataan, bahwa masalah pekerjaan di sektor birokrasi ini bisa diselesaikan dengan memperhatikan dua hal, yaitu komitmen pimpinan dan koordinasi yang baik.

lha, pas aku ngomong gitu sama bos, malah diremehkan, yaudah. Itu biar buat ntar bahanku untuk diklat aja #lah

Lah, nyatanya gitu, dari pengalaman dan pengamatan kerja selama ini ya gitu.  Ujung-ujungnya dari semua kegiatan ya di kebijakan, kebijakan yang buat ya pimpinan.  Terus kegiatan juga bisa jalan dengan baik kalo koordinasi antar lini bisa berjalan dengan baik pula.  Percaya deh, beberapa unit pemerintahan yang pernah saya datengin karena keberhasilannya dalam pelaksanaan publik ya karena dua hal itu.

Mentah sekali memang.  Tanpa teori. Tapi kenyataannya begitu.
Asudahlah.
5 blog auk: 2019 aku pernah melontarkan pernyataan, bahwa masalah pekerjaan di sektor birokrasi ini bisa diselesaikan dengan memperhatikan dua hal, yaitu kom...

Sabtu, 17 Agustus 2019

tentang dendam pendendam

saya ternyata, barusan sadar, kalau sudah punya dendam, bisa saya rawat sampai bertahun lamanya, dan susah luntur, bahkan ada yang sewaktu-waktu muncul dan membara lagi.

tak bagus memang, tapi saya memang pendendam.

yang masih baru bisa dibilang lucu, saya kesel sama ibu-ibu komplek.  omongannya bikin kesel.  akibatnya saat barusan warga komplek ngadain bikin sate bareng2, saya ga mau ikutan - dengan sadar.  karena takut emosi lagi, dengan omongan orang yang susah ditakar.

mungkin, satu dendam kesumat saya, yang lumayan bikin hal positif di masa-masa berikutnya adalah, saat seorang adik kelas bilang di depan saya, kalau tiada bisa orang meneruskan sekolah kalo ga punya duit.

itulah salah satunya yang bikin saya terus nekat sekolah, walau terseok-seok.  saya mau ngebuktiin, duit bukanlah segalanya, dan tak harus punya duit banyak untuk sekolah. ada beasiswa dll.

ya saya baru sadar kalau saya seorang pendendam yang akut.
melelahkan memang.
5 blog auk: 2019 saya ternyata, barusan sadar, kalau sudah punya dendam, bisa saya rawat sampai bertahun lamanya, dan susah luntur, bahkan ada yang sewaktu-w...

tentang kota tanpa rasa seni

berulangkali aku berpikir, rasanya kota ini- mungkin lebih tepatnya provinsi ini, tempat aku tinggal sejak lahir, adalah tempat yang paling tidak mempunyai cita rasa seni di negeri ini.

mungkin akibat dulu dibuai oleh kekayaan alamnya, hutan yang hijau dan lebat, yang setelah dihabiskan entah oleh siapa, kemudian terbuai oleh batubara yang entah kenapa banyak sekali bermukim di bumi ini.  Kemudian setelah batuhitam itu tak begitu menggoda, ramai-ramai orang menanam tanaman yang konon rakus air, sawit.

aku pikir, karena apa-apa sudah tersedia dan murah, maka tak banyak yang berusaha membuat kreasi apapun atas hidup, diam tak berbuat apa-apapun di sini sudah bisa hidup.  Beda dengan di pulau seberang, yang sepertinya manusia akan mati jika tak bergerak.

anehnya, juga tak ada alam yang benar-bernar perwujudan citarasa yang cukup tinggi.  Sepertinya Sang Pencipta tak tertarik menciptakan sudut-sudut yang cukup bagus digunakan untuk bersantai.  Taman Nasional tak punya, pantai keruh kecoklatan, air terjun tiada yang terlalu tinggi, sungai juga diabaikan- selain tetap saja menjadi tempat favorit untuk membuang berbagai jenis sampah.

Akhir-akhir ini, memang ada beberapa tempat wisata yang cukup memanjakan mata, sampai aku menyadari bahwa, dulu yang namanya tamasya adalah hal kesekian yang diperlukan dalam hidup, selain makan, bekerja dan sekolah.  Bukan bagian penting dari budaya wilayah yang berpikiran sederhana ini.

tapi, bagaimanapun, aku cukup betah hidup di sini.  kalaupun ingin melihat daerah yang berseni lumayan, tinggal jalan-jalan.  Sesederhana itu.
5 blog auk: 2019 berulangkali aku berpikir, rasanya kota ini- mungkin lebih tepatnya provinsi ini, tempat aku tinggal sejak lahir, adalah tempat yang paling ...

Minggu, 11 Agustus 2019

tentang (tu)lisan

..saya sebenarnya menyadari, akar masalah dari setiap persoalan yang menyangkut hubungan manusia dan sekitarnya adalah sesuatu yang bernama komunikasi.  Segala yang tak disampaikan dengan baik, via lisan maupun tulisan- ujung-ujungnya mesti bikin riweuh.  Pokonya gitu lah.

Karena itu, saya selalu ngiri dengan orang dengan kemampuan komunikasi yang baik, dan biasanya orang semacam itu sabar, baik bertutur kata maupun menuliskan ide-idenya.  Jujue sajalah, ini saya nulis salahsatunya akibat baca postingan (yang lama ga apdet) di blognya mas nuran.

Saya sih, jangankan ngomong, bikin status di sosial media saja seringkali rancu, isinya ngaco, ya gitu-gitu lah.  Apalagi postingan di blog ini- wah semau-maunya, entah sejak kapan pengen nulis yang sedikit terarah gitu, tapi ya akhirnya tetep saja akhirnya sesuai mood. Maksudnya pas mood ya nulis pas males- dan seringnya gitu- ya udah ga nulis.

Ini juga sebenernya tentang apa juga.  Intinya kemampuan komunikasi saya jele' .  Sering misunderstanding dengan banyak orang.  Ditambah kurang sabaran.  Yaudah, bikin capek sana sini.

Wah tulisan ini makin ngawur.
Udah deh.
5 blog auk: 2019 ..saya sebenarnya menyadari, akar masalah dari setiap persoalan yang menyangkut hubungan manusia dan sekitarnya adalah sesuatu yang bernama ...

Sabtu, 10 Agustus 2019

tentang kepemimpinan

..saya selalu meyakini, bahwa kepemimpinan itu adalah mengenai seni dan bakat seseorang, bagaimana pun dipelajari tak akan pernah bisa dilakukan dengan baik.  Kalau ada yang bilang: kan manusia dilahirkan sebagai khalifah di muka bumi ini.  Iya, itu benar, tapi kadar kepemimpinan manusia itu beda-beda, ada yang cuma mampu RT, Desa, Lembaga, dan ada yang mimpin satu negara.  Padahal yang paling susah ya mimpin diri sendiri.

Dulu, salah satu unsur tesis saya adalah kemimpinan, terkait dengan kerjaan, walaupun ga sepenuhnya murni neliti tentang leadership-nya, karena benar kata pembimbing saya, kepemimpinan sulit untuk dinilai secara langsung, lebih-lebih dikuantifikasi.  Sebuah konstruk yang dapat lumayan terukur lewat analisa multivariat, itupun saya selalu menyangsikan validitasnya, lebih-lebih dulu sempat ragu karena yang menjadi objek riset adalah kepala kantor.  Untunglah hasilnya cuku valid dan reliabel.

Lah, malah nostalgia soal penelitian hehe.  Kembali ke paragraf awal.

Intinya gitu, bagaimanapun seseorang paham dan mempelajari teori-teori kemimpinan, saat prakteknya ga bakal bagus kalau tak mempunyai jiwa memimpin, lebih-lebih tak ada bakat, jadi maksa.  Lembaga apapun yang dipimpinnya tak bakal begitu bagus, kalaupun bagus, mungkin karena ada unsur arogansi, semua berdasarkan perintah, semua bawahan adalah hamba.  Tapi menurutku itu adalah penguasa, semua atas kehendaknya dan menuruti apa maunya.

Pemimpin yang baik ya ngga bakal gitu, mesti relatif lebih terbuka, menerima masukan, mengerti masalah akar rumput, menerima dirinya sebagai bagian dari lembaga, bukan malah lembaga yang kudu mengikuti apapun maunya.

Ada nilai-nilai kompromi yang bisa dibicarakan, dan ada tujuan lembaga yang harus ditegaskan.  Mungkin begitu baiknya.

Dan setelah saya mikir dan menuliskan hal ini, saya pun menyadarai, saya ga punya dua hal di atas itu: seni dan bakat. Yha.  Berat sekali bahasan pagi ini.
5 blog auk: 2019 ..saya selalu meyakini, bahwa kepemimpinan itu adalah mengenai seni dan bakat seseorang, bagaimana pun dipelajari tak akan pernah bisa dilak...

Rabu, 07 Agustus 2019

tentang I'm neither here nor there

judul di atas itu adalah tulisan di foto profil akun twitternya Ferry Irwanto- nama asli dari bubin LantanG.  Akun yang cuma pernah ngetwit tiga kali, ttg milih pak Jokowi:

tentang sedikit gerutuan:

satu lagi, tentang nanyain seseorang- mungkin urusan bisnis.

Hidupnya mungkin sepi, karena idealismenya.  Saya pernah dengar cerita tentangnya, yang benar-benar idealis dalam artian sebenarnya.  Apa yang menurutnya tidak boleh- maka itu benar-benar tidak boleh.  Mana yang bukan haknya- maka itu harus ditolak.

Keras dengan dunia. Yang tak sepikiran dengannnya, berujung pada kehidupan yang sepi.  Tidak sejalan dengan pikiran dan keinginan orang-orang.

Mungkin aku sekarang sedang merintis arah jalan ke situ.  Walau tak seidealis panutanku itu.  Tapi aku rasa sudah saatnya, tak sepantasnya hidup selalu menyanjung raja dan menginjak jelata.
5 blog auk: 2019 judul di atas itu adalah tulisan di foto profil akun twitternya Ferry Irwanto- nama asli dari bubin LantanG.  Akun yang cuma pernah ngetwit ...

Selasa, 06 Agustus 2019

tentang fiksi yang berlalu

..malam baru saja benar-benar menampakkan jatidirinya, walau tak benar-benar senyap, di dermaga buatan, yang tak seberapa jauh dari tempatnya duduk dan menikmati sebotol minuman hitam, masih ada beberapa orang yang belum menuntaskan obrolannya.

suara ombak menyusup, dan ujung buihnya terlihat datang cepat-cepat, lalu mundur pelan-pelan, menyisakan pasir yang basah, padahal laut sedang tidak pasang. Otaknya beku. Langit sedang gelap, bintang yang ada tak mampu menembus pekat sepenuhnya.

Pikiran rasanya masih penuh dengan siang yang lengang, jalanan yang sepi, air laut yang memamerkan jernihnya tosca,  langit yang cerah - lalu kenapa tenggelam sendiri di tengah malam?

pernah tidak merasakan, kaki ingin lebih jauh berlari, tangan ingin lebih lebih banyak menuliskan cerita, ingin lebih lama bercerita, tapi energi seakan-akan sirna, raib entah kemana, lelah yang entah.

02.30
arlojinya berpendar.  kakinya malah melangkah, ke batas semu antara ombak dan pasir yang bertemu,  berjalan ke barat..


*ga jelas beudh ini sih
5 blog auk: 2019 ..malam baru saja benar-benar menampakkan jatidirinya, walau tak benar-benar senyap, di dermaga buatan, yang tak seberapa jauh dari tempatny...

Minggu, 04 Agustus 2019

tentang jeung Indie

.. salahsatu blogger yang sangat ingin saya temuin semenjak tahun jebot adalah: jeung Indie, pemilik blog sumpahserapahku.blogspot.com.  Ngefans berat saya sama itu blog, isinya naudzubillah, pasti kalau dicermati, bakal bikin mencak-mencak uda Ivan Lanin hihi

Gaya bahasanya proletar banget, merakyat dan di luar batas-batas kewajaran, postingan beliau pun tiada pernah pendek, panjang sepanjang mbuh- tapi ya saya selalu penasaran dan menamatkan seluruh postingannya dengan rajin, bahkan saling rajinnya, rasanya seluruh postingannya pernah saya kopi paste dalama format .word.  Disimpen dimana ya? malah lupa hihi maapkeun saya mpok.

Kenapa saya manggilnya jeung Indie? Karena dienya sendiri manggil namanya gitu, yang konon berasal dari her real first name: Indiana.  Sesuai juga dengan jalan hidupnya, yang punya banyak sahat dari negeri India sono, ya sedikit ga nyambung emang.

Pokoknya saya senang akhirnya bisa bertemu, salaman dan ditraktir bubur ayam.  Walaupun kami ternyata beda aliran, dia masuk sekte aliran bubur diaduk ternyata, hih sesat sekali.  Di warung bubur itu pula kami ngobrol selama dua jam lebih, sampai beberapa kali minta ijin sama mamang tukang bubur yang dengan lempeng nanggapin: "ngga papa kok, saya juga seneng denger kalian ngobrol" Lah malah nguping hihi.  Skalian aja dah saya minta tulung fotoin sama idolah.

Jadi begitulah, akhirnya kudu pamit karena baliaunya sibuk mau mempersiapkan ultah ponakannya, saya sendiri pamit- lupa ngirim rekues agar postingannya hadir lagi di dunia ini, walau mungkin nyatanya sulit, karena sepertinya skarang sibuk warbyasa.  Lah postingan terakhirnya aja adanya di Desember 2018, itu juga komen saya belum dibales-bales sampe skarang, ngenes sekali ya fansnya ini hihi

Pokoknya pas lg selo, baca deh blognya, sesederhana itulah hiburan saya.  Ohiya satu lagi, walau saya sudah menduganya sejak lama, tetapi berdasarkan obrolan dengan beliau itu, semakin meneguhkan pemikiran saya: bahwa orang jenius memang sering menutupi kepinterannya dengan hal-hal yang tak terpikirkan dan seringkali terlihat konyol hihi.

Salute jeung Indie. Terimakasih sudah meluangkan waktunya utk fansmu ini.  Semoga bisa bersua lagi lain waktu.  Merdeka!

   bersama blogger idola sepanjang masa hehe
5 blog auk: 2019 .. salahsatu blogger yang sangat ingin saya temuin semenjak tahun jebot adalah: jeung Indie, pemilik blog sumpahserapahku.blogspot.com .  Ng...

Sabtu, 03 Agustus 2019

tentang kampung hening yang sederhana

..entahlah, aku pikir kampung yang aku datangi ini adalah sebuah cermin kesederhanaan dan ketidakbegitutertarikan dengan kemewahan dunia.  Bayangkan saja, dalam jarak sekitar 80 km, sepanjang perjalanan mobil yang kutumpangi hanya berpapasan dengan kurang dari lima mobil lainnya, bayangkan itu.  Motor juga rasanya tak sampai sepuluh yang aku temui di sepanjang jalan.

Rumah-rumah penduduk yang kadang berkelompok di satu titik, lalu di beberapa ruas jalan berikutnya, adalah sepi. kanan kiri jalan hanyalah tanah berpasir yang selangseling oleh tanaman lada, kadang sawit, ada karet dan tanaman liar, tak ada sejengkal pun sawah kulihat.

Jalanan yang halus itu sepi, nyaris sepi.  Keheningan jalan yang aku nikmati.

Begitupun titik awal perjalanan, dari Tanjung Kelayang, yang pantainya berpasir halus, dan lautnya berwarna tosca, adalah kedamaian yang belum pernah aku temukan di sisi pantai manapun yang pernah aku datangi.  Batu-batu besar yang berserakan di antara batas laut dan pantai.  Damai sekali, kawan.

Dan akhir perjalanan itu bernama Gantong, nama tempat yang sebelumnya hanya pernah aku baca di novel tentang hidup seorang jenius bernama Andrea Hirata.  Ada sekilas haru saat mengunjungi replika sekolahnya: SD Muhammadiyah Gantong, dan haru yang dalam lagi, sekaligus terkagum-kagum dengan bangunan sederhana namun penuh berwarna bernama Museum Kata.

Sepertinya suatu saat aku harus kembali lagi ke tempat ini, dimana keheningan adalah keindahan.  Kesederhanaan adalah guru.  Bahwa mengingatkanku akan tak ada yang perlu dibanggakan secara berlebih di dunia ini.

Perjalanan pulang hanyalah singgah di kedai kupi di Tanjung Pandan, beberapa tempat lainnya, sampai malam tiba di sini, di penginapan yang berhias bisikan ombak yang menenangkan.

Ya Tuhan. Aku jatuh cinta dengan Belitong ini.
5 blog auk: 2019 ..entahlah, aku pikir kampung yang aku datangi ini adalah sebuah cermin kesederhanaan dan ketidakbegitutertarikan dengan kemewahan dunia.  B...

Rabu, 24 Juli 2019

tentang karepmu

dipikir-pikir, pikiranku sepertinya lebih sering fokus pada orang lain, apa yg orang lain ucapkan, apa yg orang lain perbuat, terutama hal-hal yang tidak baik, hal-hal yang negatif.  Saat-saat gini malah teringat masa-masa SMP (jadi teringat karena mendadak seorang teman memasukkan dalam grup whatsapp es-em-pe, yang setelah saya masuk, nyatanya yang aku kenal cuma tiga orang: satu temen deket yang sesekali ketemu, satu sepupu dan satunya lagi yang memasukkan ke grup, sisanya tiada yg kukenal).

Masa dimana aku tidak peduli dengan orang lain, aku pedulinya cuma soal keseharian, selalu berusaha (dan nyatanya memang selalu) tepat waktu ke sekolah, yang jaraknya cuma beberapa ratus meter saja dari rumah.  Kawan dekat juga sedikit, mungkin banyak yang kenal gara-gara abah ngajar di sekolah yang sama.  Tapi aku benar-benar tak peduli.  Yang aku pedulikan cuma koleksi bacaan di perpustakaan yang rajin disambangi, sambil sesekali melirik penjaga perpustakaan yang menurutku saat itu keren.

Entah kapan aku mulai iseng mau tau aja urusan orang lain, mungkin sejak televisi sudah tak lagi dimonopoli oleh TVRI, banyak bahan untuk dighibahkan, juga mungkin sejak entahlah..

Begitu mudah menemukan hal-hal buruk pada diri orang lain- yang bahkan sebenernya tak kenal betul- untuk kemudian digunjingkan dan sesekali dicibir.  Seakan-akan orang lain itu banyak buruknya sementara diri sendiri- hedeu, bener kata pepatah: gajah di depan mata ga bakal keliatan.

Susah sekali membalik logika untuk lebih melihat keburukan pada diri sendiri, dan berbalik berusaha melihat hal-hal positif dari orang lain.

Sekarang, sih.  Pagi ini, saya berusaha lebih cuek lagi, berusaha lebih tak peduli urusan orang lain.  Karepmu deh.  Wong, aku saja masih bingung dengan keburukan diri sendiri ini..

Lalu, berusaha tak lagi keukeuh atas pendapat pribadi.  Lebih pasrah saja lah, berusaha lebih nrimo.  Entah bisa bertahan sampai kapan, sepertinya sikap seperti itu lebih baik dan bikin lega pikiran daripada mempertahankan pendapat pribadi yang seakan-akan paling benar.

Aku lagi lelah. Sepertinya.
Karepmu.
5 blog auk: 2019 dipikir-pikir, pikiranku sepertinya lebih sering fokus pada orang lain, apa yg orang lain ucapkan, apa yg orang lain perbuat, terutama hal-h...

Selasa, 23 Juli 2019

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan.. 

mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja.

#1.
Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya.

#2.
Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, .
saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM.

#3.
Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si sulung, dan sekarang entahlah ada dimana, yg jelas semoga masih berguna.
 di bawah Shorea sp - sudut selatan kampus Kehutanan UGM

#4.
Bridgestone, serinya lupa. Beli frame dg fork copotan sepeda Cineli dr mas Antok. Bahan chromoly. Sering dibawa muter2 Jogja. Ujung2nya jg dipake si sulung pas mondok. Kabarnya skarang diwariskan ke santri lainnya.
itu difoto di dinding tembok rumah deket kontrakan

#5.
Federal Rivera Terrain. Beli dg kondisi seadanya, ganti DO semi verti. Dicat pilox seadanya. tapi ini yg paling sering gontaganti spare part & jam terbangnya paling tinggi: mubeng merapi, paling jauh dipake Jogja-Surabaya via jalur Cemorosewo..
sesaat setelah landing di Banjarbaru, setelah melalui perjalanan mudik yg panjang

#6.
Surly Disc Trucker. Sepeda paling mahal yg pernah dibeli, framesetnya aja beli 6,5jt waktu itu dr kang Jajang. Paling jauh diajak jalan Jogja-Ponorogo- 2 hari. Endingnya dijual lg utk bayar SPP
salah satu grafitti favorit saya, deket Deresan ujung

#7.
Sepeda lipat Urbano 20”. Hasil tukar tambah dg Surly. Ini seli tangguh jg, pernah dua hari PP Jogja-Tawangmangu, pernah diajak ngider sampai waduk Sermo via Kalibiru juga. Dua kali nyampe puncak bukit Mandiangin. Skrg lg direncanakan berpindahtangan.
somewhere between Jl. Veteran & Tungkaran

#8.
Federal White Cat. Beli di Pasar Sepeda Tunjungsari. ceritanya utk beliin istri, tp sesekali saya pake juga. Kondisi decal & catnya masih ori & relatif bagus. Terakhir saya kasihin utk abah.
njajal tanjakan Mandiangin, cukup sampe kolam Belanda aja

#9.
Federal Centro. Beli frameset dari kang - duh saha namina- poho, Dani apa Deny ya. Sedari beli ga sempet2 dirakit. Akhirnya saya kasihin temen pemilik bengkel & toko sepeda yg sering bantuin nyeting sepeda2 saya hehe

#10.
Federal Pussy Cat. Beli dr pak Ketua RT deket rumah temen saya. Cuma 650rb. Kondisi masih bagus. Cuma kepaksa dijual lg sama temen karena kehabisan uang di masa2 akhir kuliah  
ini kondisi sesudah diakuisisi kawan, ternyata blm dibangun lagi ckck

#11.
Toyo Asahi. Beli seadanya, belum sempet diapa2in juga- akhirnya dikasihin ke temen yg tertarik merawatnya.

#12
Polygon Heist 2.0 Gara2 dr lama pengen punya sepeda hybrid, nemu di OLX, sesiangan panas2 bawa dr Bjm. Jam terbangnya di Strava baru 138km sebelum akhirnya diputuskan dijokul ke sodara hehe
hybrid yang gagah

#13
oiya satu lg, sepeda dual shockbreaker yg saya lupa akhirnya dimana & gimana. Beli di toko barkas deket selokan seberang Fak Pertanian. Nyaris lupa saya sepeda ajaib yg merknya jg mbuh kui.
di depan perpustakaan pusat UGM

#14
eh satu lagi.
yg make sih sebenernya bang Ai dulunya, Federal Street Fox, juga beli di mas Antok. Akhirnya dikasihkan tetangga yang pengen sepedaan, ga tau lg skarang kabarnya gimana hehe
ki-ka: street fox, metal craft, white cat & rivera terrain

#15
nah, lupa ada satu lagi, hasil iseng di OLX, jadi beli satu wimcycle putih, serinya lupa, ga sempet upgrade, cuma ganti Rd kalo ga salah. akhirnya dikasihin ke mertua.  Walau skarang sepertinya lebih sering dipake ponakan hehe


-
Jadi itulah sekilas, sepeda-sepeda yang pernah ada, sekarang tinggal dua yang dipakai bergantian: pocket rocket 16" dan Federal Mt Everest  .. begitulah.
5 blog auk: 2019 tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengur...

Kamis, 18 Juli 2019

tentang sebuah nama

seorang kawan, kemarin menatap nametag saya, lalu bertanya dengan raut muka bingung, ohiya itu adalah kawan seperguruan kyokushinkaikan waktu kuliah, dan sering main ke kos, kebetulan satu kos dan sekondannya memanggil saya dengan nama : uji.

"trus nama oji itu asalnya dari mana, ji?"
Ya tetap saya dia manggil saya dengan akhiran -ji, tiap kali ketemu.
"lah dikira sudah tau, itu dulu ceritanya waktu opspek, aku digundul, trus dikata2in mirip sama aktor hantu yang lagi naik daon waktu itu, Ozzy Syahputra.  Gitu.."
Temen saya manggut-manggut hwehehe

Ya namanya orang Banjar, sulit melafalkan huruf o dan z, yang ada jadinya Uji..

Ya tiap segmen kehidupan saya, rasanya ada beberapa kumpulan orang yang punya panggilan masing-masing terhadap saya, jadinya cukup menyenangkan, tanpa menolehpun saya tau yang manggil saya itu dari kelompok mana.

Keluarga.
Keluarga mertua dan komplek.
Temen sekolah.
Sebagian kecil kawan sekolah dan guru agama.
Temen kuliah.
Temen kantor.
Temen Tulungagung.
Temen sepedaan.
Temen fb.
Temen blogger.

Semua punya panggilan sendiri2 untuk saya.
hehehehehe
5 blog auk: 2019 seorang kawan, kemarin menatap nametag saya, lalu bertanya dengan raut muka bingung, ohiya itu adalah kawan seperguruan kyokushinkaikan wak...

Rabu, 10 Juli 2019

tentang domain setengah milyar

jadi, kemarin kapan itu, seorang kawan bercerita tentang domain barunya yang berekstensi dot id.  katanya lagi promo, sayapun tertarik, lalu ngecek domain auk.id, eh masih tersedia, dan daftarnya cuma 120rb.  minta proseskan sama temen saya itu, walau katanya nanti pas perpanjangan domain harganya jadi duakali lipat. yaudahlah gpp.

lalu, saya iseng ngecek lagi, domain rd.id,, eh tersedia, harga pendatarannya juga cuma 120rb. Tanpa pikir panjang, klik- masukin keranjang.

tapi, besoknya temen saya itu nelpon, kalau ternyata biaya domain itu ternyata bukan cuma 120rb, untuk auk.id yang tiga digit, masuk kategori domain premium yang harganya 15jeti. lah! Kemudian saya pun bergegas ngecek harga domain rd.id yang cuma dua digitm ternyata harganya setengah milyar hahaha edun.

lah, harga aslinya ga dicantumin dg jelas je, jadi aja saya sudah geer duluan, ngebayangin punya blog dengan domain dua digit yang ternyata cuma mimpi... :))
5 blog auk: 2019 jadi, kemarin kapan itu, seorang kawan bercerita tentang domain barunya yang berekstensi dot id.  katanya lagi promo, sayapun tertarik, lalu...

Rabu, 03 Juli 2019

tentang sesuatu yang berubah

kemarin,  kawan lama dari Tulungagung berkunjung bersama kawan-kawannya, tiga hari.  Saya berusaha nemenin kemana bisanya.  Secara saya biasa bingung kalo nganter tamu, karena terbatasnya objek wisata yang bisa dikunjungi di selatan kalimantan ini.

Tapu hari terakhir kemarin seru, ngajak mereka ke maskot wisata di sini: pasar terapung di Lok Baintan, nah yang beda, saya iseng nanya kalo lanjut ke Banjarmasin berapa menit, eh katanya motoris cuma sekitar 40 menitan.  Jadi aja setelah selesai liat-liat dan makan soto di atas sungai, perjalanan lanjut ke ibukota provinsi ini.

Kepikiran banyak selama di jalan: rumah-rumah yang terasnya ngadep sungai, jamban-jamban yang masih berjejer di sisi sungai yang sampai sekarang saya ga habis pikir kenapa harus dihapuskan hanya gara-gara etika berkedok kesehatan.   Kehidupan dan aktifitas di sepanjang sisi sungai, kehidupan yang akrab sedari saya kecil.

Di jalan kepikiran, kenapa objek wisata di kampung saya ini sedikit, dan baru rada banyakan beberapa tahun terakhir.  Saya pikir, duluu, wisata bukanlah hal yang primer bagi rakyat biasa kaya keluarga saya.  Wisata ke pantai satu-satunya yang dikenal di provinsi ini pun bisa dihitung dengan jari, paling sekali dalam beberapa tahun. Lebih sering ziarah ke malam ulama besar, itu pun saat ada anggota keluarga yang ada nazar.

Keseharian adalah hidup yang berjalan seperti biasa, tak ada yang sering-sering dipamerkan lewat sosial media, bahkan berita dunia pun hanya tahu lewat satu-satunya saluran televisi, itu pun tak semua rumah punya perangkat canggih itu, dan tak semua juga berwarna.

Anak-anak seusia sekolah dasar, menghibur diri sepulang sekolah dengan mainan yang rata-rata dibuat sendiri, mainan plastik sangat jarang, selain seringkali tak mampu terbeli.  Bermain dengan yang ada- sesuai musim.  Saat musim hujan, ya mandi hujan saja nyaris tiap hari, sesekali ke sawah belakang rumah, nyari anak-anak ikan, nyari haliling (tutut atau siput sawah), berenang dan main apa saja di sungai yang biasanya airnya sangat jernih sampai dasar sungai kelihatan.

Saat kemarau adalah saatnya main layangan, saat-saat sawah yang sudah bering sehabis panen, pada beberapa bagian diratakan untuk dijadikan lapangan bola- ya bola adalah permainan musiman semesteran di kampung saya, karena waktu tahun 80-90'an pergantian dan lama musim masih stabil.  Pagi kemarau pun masih diselimuti kabut dingin dan segar, bukan kabut asap yang tiba-tiba menjadi raja asing berpuluh tahun kemudian.  Sesekali mencari jangkrik di balik rekahan tanah sawah yang kering.  Di lain hari mencari mangga yang biasanya juga matang di waktu kemarau.

Begitu saja siklus hidup berputar.

Naik jukung/perahu kecil itu, bagi beberapa orang dulu adalah juga keseharian, bukanlah objek yang menarik untuk dialami tamu dari luar daerah.  Adalah biasa mengayuh perahu sebagai transportasi, atau membeli sesuatu dari pedagang yang menawarkan barangnya via jukung yang melintasi ruas-ruang sungai.

Beberapa hal yang biasa bagi hidup saya di masa lampau, adalah luarbiasa bagi sebagian orang di masa sekarang.

Sebaliknya, beberapa bagian hidup yang merupakan hal mewah dan langka di masa saya kecil dulu, di masa sekarang adalah hal yang sudah teramat jamak.

Itulah, hidup.
5 blog auk: 2019 kemarin,  kawan lama dari Tulungagung berkunjung bersama kawan-kawannya, tiga hari.  Saya berusaha nemenin kemana bisanya.  Secara saya bias...

Jumat, 28 Juni 2019

tentang lospokus

ya, rasanya beberapa hari ini ada beberapa kejadian yang membuat saya lospokus alias ga fokus terhadap hal yang sebenarnya sederhana. Mungkin akibat saya yang baru menyadari bahwa pekerjaan yang sekarang, orang yang dihadapi sekarang, jauh beda dengan lingkungan kerja sebelum-sebelumnya.  Dan apa ya, seperti yang sudah-sudah, jikalau sudah tidak berkenan- maka saya akan bosan dan dengan cepat mencari pembenaran-pembenaran atas ketidaksukaan saya akan sesuatu yang tidak berkenan dengan hati nurani saya.

*edun kalimatnya ga efektif samasekali dan banyak kata ulangan hehe

Mungkin jalan alternatif yang saya pikirkan beberapa minggu belakangan ini harus diwujudkan.  Saya masih tidak rela akhir pekan saya dikorbankan demi kerjaan, sungguh not worthed.

Merusak jadwal sepedaan saya sahaja.
Haha alasan yg absurd.

“The loneliest people are the kindest. The saddest people smile the brightest. The most damaged people are the wisest. All because they do not wish to see anyone else suffer the way they do - Anonimous
5 blog auk: 2019 ya, rasanya beberapa hari ini ada beberapa kejadian yang membuat saya lospokus alias ga fokus terhadap hal yang sebenarnya sederhana. Mungki...

Selasa, 18 Juni 2019

tentang hidup ini tujuanmu untuk apa, sih?

Saya pikir, setelah 'kabur' dari tempat kerja sementara untuk sekolah, untuk kemudian kembali ke tempat 'kerja' masalah akan (sedikit) berkurang- tapi nyatanya hidup ini memang terbentuk dari kumpulan masalah, yang ga bakal pernah hilang, kan?

Tapi paling tidak, saya semakin belajar akan arti sebuah konsekuensi, tentang sedikit keberanian, dan semakin meyakini bahwa destiny does exist.  Tak ada yang namanya sebuah kebetulan, bertentangan dengan petuah di film 500 days of Summer:
..you can't ascribe great cosmic significance to a simple earthly event. Coincidence. That's all anything ever is. Nothing more than coincidence.. (Scott Neustadter)
Sudahlah, nikmati dunia ini sebagaimana adanya.
5 blog auk: 2019 Saya pikir, setelah 'kabur' dari tempat kerja sementara untuk sekolah, untuk kemudian kembali ke tempat 'kerja' masalah akan...

Kamis, 13 Juni 2019

tentang Pure Saturday

..sebenernya, lebih pas ini adalah tentang buku perjalanan band indie asal Bandung.  Band yang musiknya tidak masuk kategori favorit saya hehe tapi apapun buku mengenai kisah perjalanan seseorang selalu menarik perhatian saya.  Hal itulah yang secara random membuat saya memutuskan dengan singkat untuk membeli buku ini (yang sebenernya diterbitkan pertamakali di tahun 2013 oleh nkl347 yang kemudian dicetak ulang oleh KPG di tahun sekarang) beberapa menit sebelum ada pengumuman kalau toko buku akan ditutup.

Firasat saya kali ini tepat.  Buku yang bersampul warna hitam, warna favorit saya, ditambah dengan tampilan yang super sederhana, itu ternyata isinya mudah sekali dicerna, alurnya mudah diikuti, walau berisi perjalanan (karir) band Pure Saturday secara detil dan runut sejak personilnya berkenalan, membentuk band, manggung, sampai bikin rekaman, sampai keadaan personilnya di saat sekarang.

Saya sendiri mengenal band ini melihat videoklip Pure Saturday tampil di televisi, dan mendengerkan satu-dua lagunya dari kaset yang dibeli kawan saya yang drummer di band saya dulu.

Dalam buku ini pula konflik antar personil serta masalah mereka masing-masing tergambar dengan baik.  Yang menarik adalah atmosfer dunia musik di tahun 1990-an menguar dengan jelas, bagaimana situasi kreatif di era itu, bagaimana semua keterbatasan di kala itu- yang justru memicu kreatifitas musik secara maksimal..

Selain itu, bonus tambahan bagi saya- berupa orang-orang yang ada di belakang layar perjalanan mereka- itu sungguh menarik.  Salah satunya adalah sosok Dee/Dewi Lestari yang muncul di beberapa bagian, lebih-lebih ada tokoh bernama Kewoy- salah satu nama utama di Elektra, seri  Supernova favorit saya selain Akar.  Saya pikir adad beberapa bagian di elektra dan akar yang mengambil sejumput kisah dari pertemanananya dengan anak-anak musik Bandung yang sekilas diceritakan di situ.

Buku karya Idhar Resmadi ini keren, paling tidak berhasil membuat saya menamatkannya dalam satu hari: sebuah aktifitas yang jarang saya lakukan, terkecuali buku itu benar-benar menyenangkan- dan kisah ini adalah salah satunya.
5 blog auk: 2019 ..sebenernya, lebih pas ini adalah tentang buku perjalanan band indie asal Bandung.  Band yang musiknya tidak masuk kategori favorit saya he...

Kamis, 30 Mei 2019

tentang kang Lantip

siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sungkan kenalan dengan beliau, soalnya ketoke terkenal sekali.  Tujuh taun hidup di Jogja malah tak pernah ngobrol sekalipun dengan beliau itu, lha kan nyebahi sekali saya ki, ga sopan sama tuan rumah hihi

lucunya, saya jadi bertekat ingin ketemu dengan beliau itu gara-gara kami satu pemahaman mengenai panganan bulet ijo bernama KLEPON! yang disesatkan sedemikian rupa oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang malah keukeuh kalau makhluk itu adalah Onde-onde, wooo ngawur.

Jadi aja, kmaren malam janjian di warung kopi, yang posisinya padahal deket dengan tempat saya tinggal dulu, tapi saya justru ga ngeh: namanya warung kopi Blandongan.  Woh kopinya ampuh tenan, mampu bikin mata saya tadi malam super cerah sampai menjelang sahur haha

Dan, sosok kang Lantip ternyata jauh dari bayangan saya, lha habisnya saya kebayang ikon gajahnya beliau je, duh nuwun sewu mas malah mikirin fisik hihi

Tapi obrolan tadi malem sungguh punya banyal paedah bagai saya, selalu menyenangkan bisa bertemu dengan orang cerdas berpengetahuan luas nan idealis sekaligus rendah hati gitu. Maap lho mas, ki jadi seperti muji2 piye ngunu padahal ya nganu..

Intinya, beberapa poin percakapan dengan beliau sempat-sempatnya tadi malem saya catet dan semoga ada tindaklanjtu ke depannya. Woo info ndak penting ngene malah diumbar ke publik.

Wes, pokoknya sangat menyenangkan bisa kopdar dengan beliau *kopdaaar, istilah jadul, etapi beneran kan, literally tadi malem ngopi di daratan :))

Semoga bisa bertemu dan ngobrol di lain waktu, mudahan tadi malem tabah ngobrol ngalur ngidul ngilen ngetan sama saya hehe. Maturnuwun.
5 blog auk: 2019 siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sung...

tentang 100 Soneta Cinta

gara2 beberapa kali ada yang bercerita tentang buku 100 Soneta Cinta karya Pablo Neruda, yang mana saya sendiri belum punya dan belum baca hehe.  Sepertinya itu buku yang menarik.  Dan teringat bahwa sudah sekian lama ga bikin kuis-kuisan.  Maka sepertinya menjelang lebaran ini keren juga dibikin kuis *mbulet dan ketoke samasekali ga ada hubungannya*

Jadi, pertanyaan kuisnya mudah aja;

Kenapa buku itu sepertinya menarik dan ingin dibaca?

Tinggal jawab di kolom komentar di bawah kui.  Lah, skalian mbantu saya sesekali memperbanyak kunjungan di blog yg lama tak diisi lagi ini, hehe.

Nanti komentar2 yang masuk saya undi deh, rencananya mau disiapin hadiahe utk dua orang pemenang.

Gampang ae toh. So, monggo jikalau pengen ikutan.

--------
nb:
*kuis ini ditutup hari sabtu, tgl 1 Juni jam 00.00. rencanane gitu. suwun
5 blog auk: 2019 gara2 beberapa kali ada yang bercerita tentang buku 100 Soneta Cinta karya Pablo Neruda, yang mana saya sendiri belum punya dan belum baca h...

Rabu, 22 Mei 2019

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah orang-orang yang seperti dicuci otak itu, saya jadi kehilangan respek sama beberapa orang, beberapa kawan.  Walau ya di luar soal itu, kawan tetaplah kawan, tapi tetap saja..

Ada apa sebenarnya di balik otak manusia? Sampai tak bisa lagi noleh kiri kanan?
5 blog auk: 2019 jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah...

Selasa, 23 April 2019

tentang pilihan dan ketentuan


Bagi saya, sebuah proses dalam memilih sesuatu sudah berakhir saat sudah menentukan pilihan, kemudian cuma berusaha tidak suudzon dg ketentuan-Nya. Apapun endingnya, suka tidak suka, itulah sudah yg terbaik.
Berteriak & protes karena tidak sesuai kehendak & mimpi ya tidak mengapa, itu haknya manusia yang punya panca indera. Tapi penentunya tetaplah Dia yg punya hak atas takdir manusia & alam semesta.

Itu,  adalah status saya hari ini di facebook.  Hasil obrolan dengan seorang teman baik, yang masih yakin atas segala macam kecurangan.  Saya bukannya emosi menanggapinya, justru karena teman saya itu sejatinya punya ilmu & batin yang lebih bagus dari saya, maka malah enteng aja nanggapinnya.

Saya pikir, toh sekeras apapun mempertahankan kehendak, bukankah takdir sudah digariskan untuk diimani.  Bagi saya, urusan pilih memilih pemimpin negeri ini sudah usai.  Tinggal menunggu.  Mau berburuksangka ataupun berbaiksangka atas segala ketentuan-Nya.  Sekali lagi terserah lah.

Itu sudah.

___
tambahan:
akibat komentar dari salahseorang kawan, malah baru ngeh dengan surah Al Hadid ayat 22-23, penjelasannya ada disana.
5 blog auk: 2019 Bagi saya, sebuah proses dalam memilih sesuatu sudah berakhir saat sudah menentukan pilihan, kemudian cuma berusaha tidak suudzon dg ket...

Senin, 22 April 2019

tentang ke blogspot lagi

ya, akhirnya sekian lama kemarin mencoba pake hosting sendiri di wordpress, akhirnya domain ini dikembalikan lagi hosting ke blogspot hehe. ya gimana pake shared hosting ternyata beneran ngikutin jargon ono rego ono rupo/

sudahlah sering lelet pas dibuka, beberapakali juga mengalami error, sempet dideface sgala haha haduh padahal isinya juga apaan, diisinya juga jarang-jarang.

jadi ya mari kembali mengakrabkan diri dengan blogspot lagi. uye.
5 blog auk: 2019 ya, akhirnya sekian lama kemarin mencoba pake hosting sendiri di wordpress, akhirnya domain ini dikembalikan lagi hosting ke blogspot hehe. ...
< >